Wednesday, January 27, 2010

Eklampsia

Pengertian

Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan neurologik) dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia.

Patofisiologi
Sama dengan pre eklampsia dengan akibat yang lebih serius pada organ-organ hati, ginjal, otak, paru-paru dan jantung yakni terjadi nekrosis dan perdarahan pada organ-organ tersebut.

Gejala Klinis

- Kehamilan lebih 20 minggu atau persalinan atau masa nifas
- Tanda-tanda pre eklampsia (hipertensi, edema dan proteinuria)
- Kejang-kejang dan/atau koma
- Kadang-kadang disertai gangguan fungsi organ.
Pemeriksaan dan diagnosis
1. Berdasarkan gejala klinis di atas
2. Pemeriksaan laboratorium
- Adanya protein dalam urin
- Fungsi organ hepar, ginjal, dan jantung
- Fungsi hematologi / hemostasis.

Penatalaksanaan
Tujuan pengobatan :
1. Untuk menghentikan dan mencegah kejang.
2. Mencegah dan mengatasi penyulit, khususnya hipertensi krisis
3. Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin
4. Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin.

Pengobatan Medisinal
Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan MgSO4 2 gram intravenous selama 2 menit minimal 20 menit setelah pemberian terakhir. Dosis tambahan 2 gram hanya diberikan 1 kali saja. Bila setelah diberi dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital / thiopental 3-5 mg/kgBB/IV perlahan-lahan.
Perawatan bersama : konsul bagian saraf, penyakit dalam / jantung, mata, anestesi dan anak.
Perawatan pada serangan kejang : di kamar isolasi yang cukup terang / ICU

Pengobatan Obstetrik
1. Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan tanpa
memandang umur kehamilan dan keadaan janin.
2. Bilamana diakhiri, sikap dasar : Kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi
(pemulihan) hemodinamik dan metabolisme ibu. Stabilisasi ibu dicapai dalam 4-
8 jam setelah salah satu atau lebih keadaan dibawah :
- Setelah pemberian obat anti kejang terakhir.
- Setelah kejang terakhir
- Setelah pemberian obat-obat antihipertensi terakhir
- Penderita mulai sadar (responsif dan orientasi)

Terminasi Kehamilan
1. Apabila pada pemeriksaan, syarat-syarat untuk mengakhiri persalinan per
vaginam dipenuhi maka persalinan tindakan dengan trauma yang minimal.
2. Apabila penderita sudah inpartu pada fase aktif, langsung dilakukan amniotomi
lalu diikuti partograf. Bila ada kemacetan dilakukan seksio sesar.
3. Tindakan seksio sesar dilakukan pada keadaan :
- Penderita belum inpartu
- Fase laten
- Gawat janin
Tindakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan atau
kondisi ibu.


Read More......

Efek Nagatif Obesitas


Siapa yang tidak kenal dengan obesitas. Tidak sedit orang yang bermasalah dengan obesitas, baik di dalam maupun di luar negeri . OBESITAS atau kegemukan didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit, ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan, obesitas sebagai epidemik global. Prevalensinya meningkat tidak saja di negara-negara maju, tetapi juga di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Obesitas tidak memberikan manfaat apapun selain memberikan efek negative yang banyak. Dampak yang disebabkan obesitas, pertama ,gangguan psikososial, misalnya, rendah diri karena diolok-olok teman akibat berbagai perbedaan dengan sesama. Kedua, pertumbuhan fisik yang lebih cepat. Usia tulang juga menjadi lebih cepat dibanding umur biologiknya. Ketiga, gangguan pernapasan, umpamanya tidur mendengkur, sering mengantuk di siang hari, atau infeksi saluran napas.


Keempat, obesitas berlanjut sampai usia dewasa terutama apabila dimulai pada masa prapubertas. Lima, adanya penyakit degeneratif maupun metabolik, seperti darah tinggi, jantung koroner, kencing manis, dan kelebihan kolesterol maupun lemak protein. Keenam, penyempitan pembuluh darah karena timbunan lemak yang berlebihan. Ketujuh, potensi paling sering terjadi pada anak obesitas adalah infeksi pernapasan atas (ISPA).

Oleh karena banyaknya efek negative yang ditimbulkan oleh obesitas tersebut, amak perlu penanganan khusus. Penanganan obesitas yang bisa dilakukan adalah, pengobatan hanya diberikan kepada anak yang sudah dipastikan memenuhi kriteria obesitas.
Mencegah gemuk pada bayi, tetapi jangan menjalankan diet ketat. Mengurangi masukan kalori atau energi. Jangan menghilangkan seluruh kelebihan berat badan. Dipertahankan saja agar tidak bertambah karena pertumbuhan pada fase anak masih berlangsung. Memodifikasi pola perilaku anak maupun keluarga khususnya pola makan. Menambah pengeluaran atau penggunaan energi dengan mengajak anak untuk aktif bergerak.


Read More......

What Is Diabetes?

Diabetes occurs either because of a lack of insulin or because of the presence of factors that oppose the action of insulin. The result of insufficient action of insulin is an increase in blood glucose concentration (hyperglycaemia). Many other metabolic abnormalities occur, notably an increase in ketone bodies in the blood when there is a severe lack of insulin.

There are the types of diabetes: Type 1 diabetes (previously insulin dependent diabetes) is due to B-cell destruction, usually leading to absolute insulin deficiency). It can be immune mediated or idiopathic. Type 2 diabetes (previously non-insulin dependent diabetes) ranges from those with predominant insulin resistance associated with relative insulin deficiency, to those with a predominantly insulin secretory defect with insulin resistance.

Type 1 and Type 2 diabetes are the commonest forms of primary diabetes mellitus. The division is important both clinically in assessing the need for treatment, and also in understanding the causes of diabetes which are entirely different in the two groups.


• Type 1 diabetes
Type 1 diabetes is due to destruction of B-cells in the pancreatic islets of Langerhans with resulting loss of insulin production. A combination of environmental and genetic factors that trigger an autoimmune attack on the B-cells is responsible, occurring in genetically susceptible individuals.
Thus, among monozygotic identical twins only about one-third of the pairs are concordant for diabetes in contrast to the situation in Type 2 diabetes where almost all pairs are concordant. The process of islet destruction probably begins very early in life and is known to start several years before the clinical onset of diabetes.
• Type 2 diabetes
There are numerous causes of Type 2 diabetes, which is now known to include a wide range of disorders with differing progression and outlook. The underlying mechanism is due either to diminished insulin secretion—that is, an islet defect, associated with increased peripheral resistance to the action of insulin resulting in decreased peripheral glucose uptake, or increased hepatic glucose output.
Probably as many as 98% of Type 2 diabetic patients are “idiopathic”—that is, no specific causative defect has been identified. Whether decreasing insulin secretion or increasing insulin resistance occurs first is still uncertain, but the sequence of events may vary in different individuals. Obesity is the commonest cause of insulin resistance. Some adults (especially those not overweight) over 25 years of age who appear to present with Type 2 diabetes may have latent autoimmune diabetes of adulthood (LADA) and become insulin dependent. Autoantibodies are often present in this group of patients.
Type 2 diabetes is a slowly progressive disease: insulin secretion declines over several decades, resulting in an insidious deterioration of glycaemic control which becomes increasingly difficult to achieve


Read More......

Friday, January 22, 2010

Cara Menghitung Masa Kehamilan



Hari pertama haid terakhir
Di sini, daur haid yang jadi patokan. Berdasarkan tanggal itu, dokter memperkirakan usia kehamilan dan tanggal kelahiran si kecil yang dihitung berdasarkan rumus Naegele, yakni (hari+7), (bulan–3), (tahun+1). Contohnya, bila haid terakhir tanggal 1 Juni 2003, diperkirakan persalinan tanggal 8 Maret 2004.
Catatan:
 Rumus ini hanya bisa diterapkan pada wanita yang daur haidnya teratur, yakni antara 28-30 hari.
 Perkiraan tanggal persalinan sering meleset antara 7 hari sebelum atau setelahnya. Hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini.
 Untuk mengurangi kemungkinan terlalu melesetnya perhitungan pada wanita yang daur haidnya pendek, akan ditambahkan beberapa hari dari hari-H. Sedang yang daur haidnya panjang, akan dikurangi beberapa hari.
 Untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap.

Gerakan janin
Pada kehamilan pertama, gerakan janin mulai terasa sesudah usia kehamilan 18-20 minggu. Pada kehamilan ke-2 dan seterusnya, gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu. Memasuki trimester ke-3 usia kehamilan, gerakan janin akan semakin kuat dan sering. Namun, tak jarang janin justru kurang aktif bergerak. Perkiraan ini dilakukan bila Anda lupa hari pertama haid terakhir.
Tinggi puncak rahim
Pada pengukuran ini, dokter akan meraba puncak rahim (fundus uteri) yang menonjol di dinding perut. Di sini, usia kehamilan dihitung dengan 3 cara yang dimulai dari tulang kemaluan.
• Memakai satuan cm
• Kalau jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu.
• Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 cm, dan ini menunjukkan usia kehamilan 36 minggu.
Catatan: Ukuran ini tidak akan bertambah lagi, meski usia kehamilan mencapai 40 minggu. Kalaupun tingginya bertambah, kemungkinan bayi Anda besar, kembar, atau cairan tubuh Anda berlebih.
Menggunakan 2 jari tangan
o Jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih di bawah pusar, setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.
o Bila jarak tadi sudah di atas pusar, setiap penambahan 2 jari sama dengan bertambahnya usia kehamilan 4 minggu.
o Membandingkan tinggi puncak rahim dan tinggi pusar
o Kalau sama-sama tinggi, ini berarti usia kehamilan mencapai 5 bulan.
o Tinggi puncak rahim yang melewati pusar dan hampir di tengah-tengah dada menunjukkan usia kehamilan sudah sekitar 7 bulan.
o Jika tinggi puncak rahim sudah mencapai dada, dapat dipastikan usia kehamilan 9 bulan.
Catatan: Cara ini agak sulit dilakukan pada wanita yang bertubuh gemuk.
Ultrasonografi (USG)
USG dapat menentukan usia kehamilan dan memperkirakan waktu kelahiran si kecil berdasarkan “gambar” janin yang muncul pada layar monitor dengan bantuan transducer Catatan: USG sering digunakan untuk melengkapi kepastian usia kehamilan. Meski biaya pemeriksaannya agak mahal, tapi tingkat akurasinya tinggi, yakni sekitar 95%


Read More......

ASI Eksklusif



ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini.

Pada tahun 2001 World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi

WHO dan UNICEF merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk memulai dan mencapai ASI eksklusif:
• Menyusui dalam satu jam setelah kelahiran
• Menyusui secara ekslusif: hanya ASI. Artinya, tidak ditambah makanan atau minuman lain, bahkan air putih sekalipun.
• Menyusui kapanpun bayi meminta (on-demand), sesering yang bayi mau, siang dan malam.
• Tidak menggunakan botol susu maupun empeng.
• Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan, disaat tidak bersama anak.
• Mengendalikan emosi dan pikiran agar tenang

Read More......