Wednesday, February 10, 2010

Penyakit-Penyakit Yang Kerap Kali Dialami Ibu Hamil

Pendarahan
Tidak sedikit wanita hamil mengalami perdarahan. Kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan (trimester pertama), tengah semester (trimester kedua) atau bahkan pada masa kehamilan tua (trimester ketiga). Perdarahan pada kehamilan merupakan keadaan yang tidak normal sehingga harus diwaspadai.

Ada beberapa penyebab perdarahan yang dialami oleh wanita hamil. Setiap kasus muncul dalam fase tertentu. Ibu hamil yang mengalami perdarahan perlu segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya agar bisa dilakukan solusi medis yang tepat untuk menyelamatkan kehamilan. Adakalanya kehamilan bisa diselamatkan, namum tidak jarang yang gagal.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kandungan disertai dengan pengajuan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan terjadinya perdarahan. Bila perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti ultrasonographi (USG) dan pemeriksaan laboratorium.

A. Pendarahan pada kehamilan muda (trimester pertama)
Beberapa penyebab perdarahan yang terjadi pada usia kehamilan tiga bulan pertama :
1. Abortus (keguguran), beberapa tahapan keguguran :
a. Abortus iminens
Terjadinya perdarahan dari rahim pada tahap awal dimana mudigah (embrio) masih utuh dalam rahim. Pada tahap ini umumnya perdarahan hanya sedikit atau agak banyak namun tidak disertai mules. Pada abortus iminens ini harus dipastikan apakah janin masih dapat berkembang atau tidak. Caranya dengan melakukan pemeriksaan USG berulang kali. Sebagian kasus abortus iminens ini masih dapat dipertahankan kehamilannya.
b. Abortus insipiens
Pada tahap ini embrio masih utuh dalam rahim, namun sudah terjadi pembukaan dalam rahim. Biasanya muncul perdarahan lebih banyak dan timbul rasa mules.
c. Abortus inkomplit
Pada tahap ini sudah terjadi pengeluaran hasil konsepsi, namun masih ada sisa yang tertinggal di dalam rahim. Umumnya perdarahan yang terjadi sangat banyak sampai bisa menimbulkan shock
d. Abortus komplitus
Pada tahap ini semua hasil konsepsi sudah keluar dari rahim. Perdarahan berkurang menjadi lebih sedikit dan mulut rahim sudah menutup kembali. wanita yang mengalami abortus harus menjalani kuretase untuk membersihkan sisa-sisa perdarahan di dalam rahim.

2. Blighted ovum
Adalah kehamilan yang tidak berkembang. Di dalam rahim hanya terdapat kantong kehamilan tanpa adanya embrio yang pada akhirnya akan berujung dengan keguguran. Kasus blighted ovum harus diselesaikan dengan tindakan dikuret.

3. Hamil anggur (mola hidatidosa)
Adalah kehamilan yang tidak normal dimana pada perkembangannya bagian janin atau plasenta berubah sifat menjadi tumor yang berbentuk keguguran. Dan wanita yang mengalaminya harus dikuret

4. Kehamilan diluar kandungan
Adalah kehamilan yang hasil konsepsi atau pembuahannya terletak diluar rongga rahim, misalnya terjadi di saluran telur (tuba), ovarium atau rongga perut. Hal ini menimbulkan perdarahan dalam perut dan dapat menimbulkan shock.

B. Pendarahan pada tengah kehamilan kedua (trimester kedua)
1. Plasenta previa
Kehamilan dimana letak palsenta berada di bawah menutupi jalan lahir, sehingga bila terjadi kontraksi akan menimbulkan perdarahan. Bila pada kasus plasenta previa perdarahan yang terjadi tidak terlalu banyak, ibu hamil dapat dirawat. Peluang kehamilan berlanjut sampai usia kehamilan cukup bulan masih terbuka. Tetapi bila perdarahan banyak sekali, terpaksa harus dilakukan operasi caesar dengan konsekuensi bayi lahir prematur.
2. Penyakit Atau Kelainan Mulut Rahim
Misalnya pada polip serviks, atau mungkin menderita kanker serviks, padahal kehamilannya sendiri dalam kondisi normal.

C. Pendarahan pada kehamilan tua (trimester ketiga)
1. Plasenta previa
Plasenta letaknya rendah dan dapat berlanjut sampai di trisemester ketiga
Solusi plasenta :
Adalah terlepasnya sebagian plasenta sebelum bayi lahir, penyebabnya terutama bila pasien menderita hipertensi, preeklamsia, kekurangan asam folat atau terjadi trauma (benturan). Bila kasus perdarahan solusi plasenta bayi masih hidup, harus segera dilakukan operasi caesar. Tapi bila bayi telah meninggal maka akan dicoba lahir dengan persalinan normal dengan pengawasan medis yang ketat.

Alergi Dan Penyakit Kulit
Alergi bisa muncul dalam bentuk gatal-gatal, bersin-bersin, sampai asma.
Salah satu faktor penyebabnya adalah sistem imunitas atau kekebalan tubuh. Kehamilan membuat kekebalan tubuh ibu menurun. Belum lagi adanya perubahan kadar hormon progesteron yang akan mempermudah munculnya alergi. Ada juga beberapa penyakit kulit yang muncul saat ibu hamil. Salah satunya peurigo gestationalis.
Gejalanya berupa beruntusan dan gatal-gatal pada seluruh tubuh. Keluhan ini biasanya muncul di trimester kedua atau ketiga. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah menghindari alergen atau zat-zat pemicu alergi.
Seandainya dengan upaya di atas, alergi tetap saja muncul, sebaiknya ibu hamil segera berkonsultasi pada dokter kandungan. Saat kehamilan muda, konsumsi obat yang diminum harus betul-betul selektif. Kalaupun ibu hamil harus minum obat, dokter akan memastikan obat tersebut aman untuk janinnya, selain itu, kebersihan tubuh harus dijaga. Jangan sampai, karena gatal, ibu terus menggaruk kulitnya sampai luka yang memungkinkan kuman ataupun bakteri lain masuk.

Saluran Pernafasan
Penyakit yang juga sering muncul pada kehamilan adalah penyakit-penyakit yang ada hubungannya dengan saluran pernapasan, di antaranya pneumonia, tuberkulosis dan influensa. Penyebabnya, dengan makin besarnya kandungan, diafragma atau sekat rongga dada pun kian tertekan ke atas.

Akibatnya, ruang paru-paru jadi lebih sempit, sehingga oksigen yang masuk ke paru-paru makin sedikit pula. Sebagai kompensasinya, napas pun jadi semakin cepat yang membuat ibu hamil gampang tersengal-sengal.

Aspek lain yang juga menjadi penyebab munculnya penyakit saluran pernapasan adalah meningkatnya hormon progesteron. Peningkatan hormon ini menyebabkan otot-otot pernapasan menjadi kendur. Padahal, untuk bisa menyediakan oksigen dalam jumlah yang sama atau malah lebih selama hamil mau tidak mau otot-otot itu dipacu bekerja lebih cepat. Melemahnya daya tahan tubuh ibu maupun perubahan volume darah juga membuat ibu hamil lebih mudah terkena infeksi dibanding kondisi tidak hamil.

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan antara lain dengan menerapkan pola hidup sehat, terutama asupan makanan bergizi, cukup istirahat, dan teratur melakukan olahraga ringan


Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan juga bisa terganggu selama kehamilan. Di antaranya adalah hipersalivasi atau produksi air liur berlebihan akibat pengaruh hormon estrogen. Gangguan yang menyangkut organ lambung juga sering muncul pada ibu hamil, biasa disebut dengan sakit maag atau gastritis. Akibat rasa mual yang ditimbulkan, ibu hamil biasanya jadi malas makan yang justru akan meningkatkan produksi asam lambung.
Cara pencegahannya tak lain adalah dengan makan teratur. Kalau tidak berselera makan makanan berat, cobalah untuk memakan makanan ringan. Yang penting perut tidak kosong dan selalu diisi. Gangguan lain yang juga muncul, terutama di kehamilan tua, adalah bertambah besarnya janin yang kemudian mendesak usus halus.

Dalam istilah kedokteran disebut ileus yang akan menyebabkan ibu hamil mengalami mual-muntah secara berlebihan, gangguan buang air besar, dan perut kembung seperti kolik. Bila muncul gejala ini, ibu hamil harus segera berkonsultasi pada dokter kandungannya secara intensif, mengingat hal tersebut tak bisa dicegah.

Diabetes
Ibu hamil juga rawan mengalami perubahan berupa kenaikan kadar gula darah yang tidak pernah dialami saat sebelum hamil. Pasalnya, pada ibu hamil terjadi perubahan metabolisme penghancuran karbohidrat. Bertambah tingginya kadar hormon progesteron dan hormon estrogen dibanding saat tidak hamil berpengaruh pada menurunnya kemampuan daya tangkap insulin.

Padahal inisulin sangat diperlukan untuk menetralisir peningkatan gula darah seseorang. Kendati bisa saja sebelum kehamilan ibu sudah memiliki riwayat diabetes, tapi tidak tertutup kemungkinan gangguan ini terjadi pada wanita yang sebelumnya normal. Jadi, diabetes baru muncul setelah hamil dan satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi ini adalah dengan screening. Kalau memang diduga ada diabetes, atau kadar gula darah sewaktunya di atas 140, dokter akan menyarankan ibu untuk diet.
Diabetes pada ibu hamil antara lain bisa menyebabkan preeklampsia dan keguguran ataupun persalinan prematur. Dampaknya pada janin bisa berupa kelainan kongenital (cacat bawaan) dan giant baby atau lahir dengan berat lebih dari 4.000 gram. Oleh karena itu, dianjurkan untuk semua ibu hamil untuk kontrol gula darah secara teratur selama kehamilan dan juga mengkonsultasikan setiap masalah yang dialami.

Read More......

Pengaturan Kelahiran



Terlalu sering melahirkan, terlalu dekat antara 2 (dua) kelahiran dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun atau diatas 35 tahun dapat membahayakan kehidupan perempuan dan merupakan penyebab dari sepertiga kematian anak. Keluarga Berencana merupakan salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Lebih dari 100 juta wanita yang telah menikah dinegara berkembang dilaporkan belum dapat terpenuhi kebutuhan mereka terhadap alat kontrasepsi. Upaya untuk mencegah kematian dan kecacatan ibu serta anak dapat dilakukan dengan cara menyelenggarakan pendidikan bagi semua orang yang dibarengi dengan memberikan pelayanan keluarga berencana bagi semua termasuk para remaja khususnya remaja dinegara yang masih mempunyai budaya pernikahan usia muda.

Di lndonesia masih banyak pasangan suami istri yang belum melaksanakan pengaturan kelahiran. Hal ini disebabkan karena kurang aksesnya pasangan suami istri dan keluarga serta masyarakat terhadap infonnasi dan pelayanan Keluarga Berencana yang berkualitas.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui mengenai Pengaturan Kelahiran:
1. Melahirkan pada usia 20-35 tahun mengurangi terjadinya kematian.
2. Untuk menjaga kesehatan ibu dan anak sebaiknya jarak antara dua persalinan paling sedikit dua tahun.
3. Hamil lebih dari 4 kali dapat membahayakan kesehatan ibu dan anak.
4. Pelayanan Keluarga Berencana menyediakan informasi dan cara berkeluarga berencana, kapan mulai mempunyai anak, berapa jumlah anak yang diinginkan, berapa tahun jarak uai antara dua anak, serta kapan berhenti melahirkan anak. Tersedia banyak cara mengikuti Keluarga Berencana yang aman dan sesuai pilihan bagi pasangan suami-istri untuk mencegah kehamilan.
5. Keluarga Berencana merupakan tanggungjawab bersama pasangan suami-istri dan setiap keluarga perlu mengetahui manfaatnya bagi kesehatan.

Read More......

Mengukur Obesitas




Seperti yang telah dijelaskan pada tulisan-tulisan sebelumnya. Bahwa obesitas memberikan banyak efek negative sehingga kita perlu mengetahuinya sejak awal dan mencegahnya. Salah satunya dengan cara mengukur komposisi tubuh.

Perhitungan komposisi tubuh untuk menentukan seseorang itu normal atau obesitas adalah dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Parameter tersebut terdiri atas berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi kuadrat dari tinggi badan (satuan meter). [Berat Badan (kg)/tinggi Badan 2 (cm2)]
IMT untuk standar Asia bila IMT lebih atau sama dengan 23 kg/m2 maka sudah dapat dikatakan sebagai overweight (kelebihan berat badan). Bila IMT mencapai 25 kg/m2, maka orang itu dinyatakan mengalami obesitas.

Selain itu diagnosis obesitas bisa menggunakan lingkar pinggang. Pengukuran lingkar pinggang merupakan salah satu cara untuk menentukan adanya obesitas. Cara pengukuran lingkar pinggang dilakukan dengan meletakkan pita ukur (midline) datar dengan lantai, melingkari perut di antara bagian bawah dan pertahankan pita ukur tanpa tekanan, dan ukuran lingkar perut dibaca pada saat akhir ekspirasi normal. Diagnosis obesitas dengan lingkar pinggang mempunyai sensitivitas dan spesifisitas pada laki-laki sebesar 87% dan 92%. Sedangkan pada perempuan 89% dan 94%. Pengukuran lingkar pinggang hendaknya dilakukan pada posisi pasien terlentang.

Setelah melakukan pengukuran, maka bagi mereka yang terbukti obesitas perlu melakukan penanganan. Penanganan obesitas yang benar tak hanya tentang menurunkan berat badan. Melainkan juga dengan penatalaksanaan yang baik.

Penurunan berat badan harus disertai dengan upaya mempertahankan hasilnya. Dimungkinkan penurunan 5-10 persen berat badan bermanfaat menurunkan tekanan darah, perbaikan profil lipid, sehingga risiko diabetes menurun, dan penurunan risiko penyakit jantung koroner.

Bagi mereka yang terbukti tidak obesitas, maka perlu untuk tetap menjaga berat badan dan berusaha menghindari obesitas. Berikut beberapa tips menghindari Obesitas. Usahakan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi fast food. Bila tidak dapat dihindarkan, mintalah porsi yang lebih kecil untuk anak. Biasakan makan di luar rumah pada jam makan. Bila makan di restoran fast food dengan porsi besar, jangan ditambah dengan soft drink atau es krim. Biasakanlah makan sayuran dan buah-buahan sebagai penyeimbang.

Read More......

Manfaat ASI Eksklusif



Setelah pemberian ASI ekslusif enam bulan, bukan berarti pemberian ASI dihentikan. Seiring dengan pengenalan makanan kepada bayi, pemberian ASI tetap dilakukan, sebaiknya menyusui dua tahun menurut rekomendasi WHO. Menambahkan manfaat ASI, berikut adalah manfaat ASI Ekslusif enam bulan daripada hanya empat bulan:

Untuk Bayi
• Melindungi dari infeksi gastrointestinal
• Bayi yang ASI ekslusif selama enam bulan tingkat pertumbuhannya sama dengan yang ASI eksklusif hanya empat bulan.
• ASI eksklusif enam bulan ternyata tidak menyebabkan kekurangan zat besi

Untuk Ibu
• Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan, sehingga
o Memberi jarak antar anak yang lebih panjang alias menunda kehamilan berikutnya
o Karena kembalinya menstruasi tertunda, ibu menyusui tidak membutuhkan zat besi sebanyak ketika mengalami menstruasi
• Ibu lebih cepat langsing. Penelitian membuktikan bahwa ibu menyusui enam bulan lebih langsing setengah kg dibanding ibu yang menyusui empat bulan.

Jadi, bagi ibu-ibu yang bermasalah dengan berat badannya setelah melahirkan, silahkan buktikan dengan memberi ASI Eksklusif.

Read More......

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini. Namun apabila karena beberapa hal ASI tidak dapat diberikan, gantikan dengan susu formula secara eksklusif hingga enam bulan. Kemudian lanjutkan bersama dengan MP-ASI sampai dengan umur setahun. Setelah setahun susu formula tidak perlu, dan bisa diganti dengan susu sapi. Apabila masih ingin mencoba menyusui dengan ASI, bacalah lebih lanjut mengenai relaktasi dan coba hubungi Konsultasi ASI terdekat.
Aturan agar menunda memberikan MP-ASI pada anak < 6 bulan bukan hanya berlaku untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yang tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed). Tidak ada untungnya memberikan makanan pengganti ASI sebelum enam bulan, selain kelebihan berat badan yang tidak perlu. Malahan, bisa jadi MP-ASI tersebut memicu alergi pada bayi, gangguan pencernaan, atau obesitas.

Mengapa umur 6 bulan adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?

• Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bulan belum sempurna. Pemberian MP-ASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MP-ASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.

• Saat bayi berumur 6 bulan keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MP-ASI. Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.

• Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan. Saat bayi berumur < 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.

• Menunda pemberian MP-ASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari-sari makanan yang belum sempurna. Pada beberapa kasus yang ekstrem ada juga yang perlu tindakan bedah akibat pemberian MP-ASI terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bulan.

Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bulan) umur 4 bulan saja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bulan. Dan banyak yang berpendapat tidak ada masalah apa-apa dengan anaknya. Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset-riset yang terus dilakukan oleh para peneliti.

Sekitar lebih dari 5 tahun yang lalu, MP-ASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bulan. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun-tahun terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MP-ASI sebaiknya diberikan > 6 bulan. Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi bukan masalah untuk kita tapi belum tentu untuk yang lain.

Read More......