Body weight is the integrated product of a lifetime’s energy intake, offset by energy needs. Throughout the last century there has been a trend towards increased body weight and increases in body mass index, a measure of weight relative to height. Data from the annual Health Survey for England shows that the average gain in weight of the adult population over the last 10 years has been approximately 0.35 kg/year, which is primarily adipose tissue, with modest concomitant increases in lean tissue.
At an individual level, excess weight gain may occur gradually, almost imperceptibly, over many years or, in intermittent episodes of more pronounced positive energy balance, perhaps related to holidays or festive periods when usual diet and activity habits are distorted. However, spontaneous weight loss is rare, except in association with pathological processes. This asymmetry in energy balance is underpinning the rise in obesity.
Energy balance is the product of both innate and discretionary processes. Energy expenditure consists predominately of three components; resting energy expenditure, thermogenesis and physical activity. Resting energy expenditure is a product of an individuals size, shape and body composition and accounts for 50–80 per cent of energy needs. Additional energy (approximately 10 per cent) is expended in the thermogenesis accompanying digestion and processing of food, or for thermoregulation. Only the energy expended in physical activity is discretionary and thus modifiable. Energy intake is more complex. Undoubtedly there is a complex regulatory system in place that underpins eating behaviour, but this is an imperfect system, easily disrupted by specific food properties, social or environmental cues and subject to a high degree of cognitive control.
The nature of these various mechanisms to control energy balance is the subject of intensive research. With a day-to-day coefficient of variation of energy intake of around 23 per cent and physical activity about 8 per cent, it is readily apparent that most humans do not regulate energy balance on a daily basis. Indeed some, for example in The Gambia, regulate their weight across an entire annual agricultural cycle as a period of plenty following the annual harvest is gradually followed by diminishing food reserves and escalating physical activity during the production of the new crop, a process driven by climatic imperatives. Yet despite this innate capacity to cope with fluctuations in energy balance the rising tide of obesity throughout the world suggests that these mechanisms are increasingly failing to constrain excess weight gain in children and young people and to maintain a stable body weight in adults.
In situations where changes in lifestyle are imposed there are profound effects on body weight. Obesity is almost unknown in animals in the wild, but rapidly develops in captivity. Small animals housed in laboratories, fed standard chow are able to maintain a healthy body weight, yet when given access to highly palatable, refined diets, rich in fat and sugar, they rapidly gain excess weight and become obese. In humans living in economically developed societies dietary choices and physical activity are discretionary components of an individual or family lifestyle. This chapter will consider how these lifestyle habits can determine the risk of obesity.
Wednesday, February 10, 2010
The Importance Of Energy Balance
Tanda-Tanda Persalinan
Masa persalinan dan setelah persalinan merupakan saat yang paling kritis karena sebagian penyakit dan kematian ibu terjadi pada saat itu. Penyakit dan kematian tersebut dapat dikurangi bila pertolongan persalinanya dilakukan oleh dokter atau bidan dan mendapat pemeriksaan atan pengawasan pada masa 6 jam setelah persalinan.
Persalinan yang ditolong oleh dokter atau bidan akan dilakukan secara bersih dan aman. Untuk memperoleh hasil yang maksimal harus dipahami oleh ibu dan semua anggota keluarga tentang pentingnya persiapan persalinan yang meliputi antara lain: mengetahui keberadaan tenaga kesehatan terdekat, tersedianya alat transportasi dan persiapan dana. Disamping itu, ibu dan keluarga harus mengetahui tanda-tanda bahaya serta tindakan yang diperlukan.
Dukungan keluarga terutama suami dalam proses persalinan akan sangat membantu. Untuk itu dianjurkan agar keluarga atau suami dapat mendampingi ibu dan pada saat persalinan. Tanda-tanda persalinan, yaitu saat dimulainya proses persalinan, perlu diketahui oleh ibu untuk menjamin agar pengawasan oleh tenaga kesehatan dapat dimulai sejak awal.
Tanda-tanda persalinan :
• Timbulnya rasa mulas dari panggul belakang kearah depan yang semakin sering dan semakin kuat.
• Rahim terasa keras bila diraba
• Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir
• Keluarnya cairan ketuban
• Bila belum ada tanda-tanda melahirkan, tetapi air ketuban sudah keluar, segeralah minta pertolongan bidan atau dokter.
Tanda Bahaya Pada Kehamilan Dan Persalinan
Setiap kehamilan mempunyai risiko dan sebagian risiko tersebut tidak dapat diduga. Persalinan pertama merupakan hal yang paling berbahaya bagi si ibu dan bayinya. Setiap ibu hamiIharus mendapat pemeriksaan kehamilan paling sedikit 4 kali selama kehamilannya di fasilitas kesehatan terdekat Setiap keluarga harus mempunyai persiapan dana serta transportasi untuk persiapan persalinan, sehingga tidak akan tetjadi 3- TERLAMBAT (Terlambat mengambil keputusan, Terlambat transportasi, Terlambat mendapat pertolongan medis).
Mengenal tanda-tanda bahaya pada kehamilan dan persalinan serta mempunyai rencana pendanaan untuk mendapatkan pertolongan segera oleh dokter atau bidan apabila terjadi masalah.
Setiap keluarga harus mengetahui apabila tetjadi komplikasi atau kesulitan persalinan agar segera di rujuk ke Rumah Sakit yang lebih lengkap dan memadai. Semua anggota keluarga perlu mengetahui berbagai faktor risiko khusus dan mengenal tanda peringatan kemungkinan tetjadinya masalah.
Beberapa faktor risiko sebelum kehamilan:
• Jarak antara dua kelahiran kurang dari dua tahun.
• Usia perempuan dibawah 20 tahun atau di atas 35 tahun.
• Ibu telah memiliki 4 orang anak atau lebih.
• Ibu pernah mengalami persalinan dengan bayi lahir sebelum waktunya dan berat bayi yang kurang dari 2 kg pada waktu lahir.
• Ibu pernah mengalami kesulitan pada saat persalinan atau operasi Caesar.
• Ibu pernah mengalami keguguran kandungan atau bayinya lahir mati.
• Berat badan ibu kurang dari 38 kg sebelum hamil.
• Ibu pernah mengalami penyayatan organ genitainya.
Tanda-tanda bahaya selama kebamilan:
• Berat badan tidak bertambah (berat badan harus bertambah paling sedikit 6 kg selama kehamilan).
• Anemia atau kurang darah, kelopak mata pucat (kelopak mata sehat berwarna merah atau merah jambu), lelah dan mudah kehabisan nafas.
• Pembengkakan pada kaki, lengan dan muka.
• Bayi dalam kandungan kurang bergerak atau tidak bergerak sama sekali..
• Tanda-tanda yang mengisyaratkan perlu pertolongan segera
• Pendarahan dari jalan lahir atau liang peranakan atau pendarahan terus menerus setelah persalinan.
• Sakit kepala atau perut yang hebat
• Muntah terus menerus
• Panas tinggi
• Air ketuban keluar sebelum saatnya persalinan
• Rasa sakit yang hebat
• Melakukan pekeIjaan berat dan lama
Perubahan Payudara saat Hamil
Kehamilan menyebabkan perubahan pada payudara anda. Payudara anda menjadi lebih penuh, lebih keras, dan daerah seputar puting menjadi lebih gelap. Perubahan ini disebabkan oleh hormone estrogen dan progesteron, yang khususnya menyebabkan pertumbuhan kelenjar susu dan penimbunan lemak di payudara. Anda barangkali akan merasakan geli atau rasa tajam di sekitar payudara, disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke dalam payudara.
Ukuran payudara anda tidak mempengaruhi kemampuan anda untuk menyusui. Payudara yang kecil dapat memproduksi susu sebanyak payudara yang besar. Payudara berukuran besar biasanya karena lebih banyak lemaknya, dan bukannya lebih banyak kelenjar susu.
Bagian puting mengandung banyak saraf yang dapat terangsang oleh hisapan bayi. Rangsangan ini memberi sinyal kepada otak untuk: meningkatkan produks susu, meningkatkan aliran susu (Refleks turun susu / Let Down Reflex), dan menyusutkan rahim kembali ke ukuran normal dengan lebih cepat.
Daerah puting juga memiliki banyak kelenjar minyak keringat yang berfungsi agar kulit puting senantiasa lembut, lentur, dan terlindungi dari iritasi akhibat hisapan bayi. Minyak yang timbul dari kelenjar ini juga membunuh kuman di sekitar puting. Sementara itu, ASI sendiri memiliki membunuh kuman . Selama hamil, puting menjadi lebih besar. Kadang, kelenjar minyak di daerah ini menjadi keliatan besar seperti benjolan di daerah areola.
Mulai umur kehamilan lima bulan, kelenjar susu mulai memproduksi kolostrum: cairan kental berwarna kuning yang merupakan makanan pertama bayi yang paling vital. Sehingga sesaat setelah melahirkan, ibu diharapkan menyusui bayinya dengan kolostrum tersebut. Setelah dua atau tiga hari kelenjar susu tidak lagi memproduksi kolostrum tetapi mulai memproduksi ASI yang lebih encer dan berwarna putih.
Penyebab Badan Kurus

Banyak orang yang bingung dan tidak tahu kanapa badannya tetap saja kurus. Sbenarnya badan kurus itu disebabkan oleh konsumsi energi lebih rendah dari kebutuhan yang mengakibatkan sebagian cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak akan digunakan. Namun yang perlu diketahui juga adalah seseorang yang termasuk dalam kategori kurus dapat disebabkan oleh penyakit tertentu. Oleh karena itu dianjurkan untuk memeriksakan kesehatannya pada tenaga medis.
Jika badan anda kurus, anda wajib waspada karena ternyata kurus itu banyak memberikan efek negative. Misalnya: Penampilan cenderung kurang menarik, Mudah letih, Kurang mampu bekerja keras, Resiko sakit tinggi, beberapa resiko sakit yang dihadapi antara lain : penyakit infeksi, depresi, anemia dan diare. Selain itu wanita kurus kalau hamil mempunyai resiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.
Beikut adalah cara sederhana menaikkan berat badan:
1. Makanlah secara teratur 3 kali sehari dengan gizi seimbang
2. Makanlah lebih banyak makanan sumber energi dan protein dari biasanya seperti roti, nasi, umbi-umbian, ikan, daging, tempe, tahu.
3. Tetap berolahraga secara teratur
4. Cukup istirahat
5. Timbang berat badan secara berkala untuk mengetahui peningkatan berat badan